This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 25 November 2014

Tugas 3 ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Kode Perilaku Profesional Menurut AICPA (2.A Prinsip)

American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) adalah organisasi Kantor Publik Akuntan yang paling berpengaruh di dunia auditing, dan bertempat di Amerika . Di Indonesia biasa disebut dengan IAI. Keanggotaan dalam AICPA terbatas pada para akuntan public saja dan saat ini anggotanya sudah lebih dari 330.000 orang , tapi tidak semua anggotanya berpraktek sebagai auditor independent. Kebanyakan dari anggota AICPA pernah bekerja sebagai akuntan public , yang kemudian bekerja di instansi pemerintahan , industri, serta pedidikan . Keanggotaan AICPA bersifat sukarela , dan tidak diwajibkan untuk semua akuntan publik.
AICPA adalah penentu persyaratan professional bagi akuntan publik. AICPA biasanya melakukan penelitian, dan menerbitkan artikel tentang berbagai subjek yang behubungan dengan akuntansi, auditing, jasa asestasi dan assurance, jasa konsultasi manajemen serta perpajakan, menjadi juru bicara bagi profesi akuntansi, melakukan kampanye-kampanye promosi secara nasional, pengembangan sertifikasi keahlian, serta usaha-usaha dari Komite Khusus untuk Jasa Assurance, dan mempromosikan jasa asurance baru.
KODE PERILAKU PROFESIONAL.


Garis besar kode etik dan perilaku profesional adalah :
a. Kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia. Prinsip mengenai kualitas hidup semua orang menegaskan kewajiban untuk melindungi hak asasi manusia dan menghormati keragaman semua budaya. Sebuah tujuan utama profesional komputasi adalah untuk meminimalkan konsekuensi negatif dari sistem komputasi, termasuk ancaman terhadap.kesehatan dan keselamatan.
b. Hindari menyakiti orang lain.
“Harm” berarti konsekuensi cedera, seperti hilangnya informasi yang tidak diinginkan, kehilangan harta benda, kerusakan harta benda, atau dampak lingkungan yang tidak diinginkan.
c. Bersikap jujur dan dapat dipercaya
Kejujuran merupakan komponen penting dari kepercayaan. Tanpa kepercayaan suatu organisasi tidak dapat berfungsi secara efektif.
d. Bersikap adil dan tidak mendiskriminasi nilai-nilai kesetaraan, toleransi, menghormati orang lain, dan prinsip-prinsip keadilan yang sama dalam mengatur perintah.
e. Hak milik yang temasuk hak cipta dan hak paten. Pelanggaran hak cipta, hak paten, rahasia dagang dan syarat-syarat perjanjian lisensi dilarang oleh hukum di setiap keadaan.
f. Memberikan kredit yang pantas untuk properti intelektual. Komputasi profesional diwajibkan untuk
melindungi integritas dari kekayaan intelektual.
g. Menghormati privasi orang lain
Komputasi dan teknologi komunikasi memungkinkan pengumpulan dan pertukaran informasi pribadi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban.
h.  Kepercayaan Prinsip kejujuran meluas ke masalah kerahasiaan informasi setiap kali salah satu telah membuat janji eksplisit untuk menghormati kerahasiaan atau, secara implisit, saat informasi
pribadi tidak secara langsung berkaitan dengan pelaksanaan tugas seseorang.


PRINSIP – PRINSIP ETIKA IFAC, AICPA DAN IAI


Kode Etik AICPA terdiri atas dua bagian; bagian pertama berisi prinsip-prinsip Etika dan pada bagian kedua berisi Aturan Etika (rules) :

Tanggung Jawab: Dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang profesional,anggota harus menjalankan pertimbangan moral dan profesional secara sensitive. Kepentingan Publik: Anggota harus menerima kewajiban mereka untuk bertindak sedemikian rupa demi melayani kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. 
Integritas: Untuk memelihara dan memperluas keyakinan publik, anggota harus melaksanakan semua tanggung jawab profesinal dengan ras integritas tertinggi.

Objektivitas dan Independensi:
Seorang anggota harus memelihara objektivitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam menunaikan tanggung jawab profesional.Seorang anggota dalam praktik publik seharusnya menjaga.independensi dalam faktadan penampilan saat memberikan jasa.auditing dan atestasi lainnya

Kehati-hatian ( due care ): Seorang anggota harus selalu mengikuti standar-standar etika dan teknis profesi terdorong untuk secara terus menerus mengembangkan kompetensi dan kualitas jasa, dan
menunaikan tanggung jawab profesional sampai tingkat tertinggi kemampuan anggota yang bersangkutan

Ruang Iingkup dan Sifat Jasa: Seorang anggota dalam praktik publik harus mengikuti prinsip-prinsip kode Perilaku Profesional dalam menetapkan ruang lingkupan sifat jasa yang diberikan Prinsip-prinsip Fundamental

Etika IFAC :

Integritas : Seorang akuntan profesional harus bertindak tegas dan jujur dalam semua hubungan bisnis dan profesionalnya.

Objektivitas : Seorang akuntan profesional seharusnya tidak boleh membiarkan terjadinya bias, konflik kepentingan, atau dibawah penguruh orang lain sehingga mengesampingkan pertimbangan
bisnis dan profesional.

Kompetensi profesional dan kehati-hatian : Seorang akuntan professional mempunyai kewajiban
untuk memelihara pengetahuan dan keterampilan profesional secara berkelanjutan pada tingkat yang dipelukan untuk menjamin seorang klien atau atasan menerima jasa profesional yang kompeten yang didasarkan atas perkembangan praktik, legislasi, dan teknik terkini. Seorang akuntan profesional harus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-standar profesional harus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-standar professional dan teknik yang berlaku dalam memberikan jasa
profesional.

Kerahasiaan : Seorang akuntan profesional harus menghormati kerhasiaan informasi yang diperolehnya sebagai hasil dari hubungan profesional dan bisnis serta tidak boleh mengungkapkan
informasi apa pun kepada pihak ketiga tanpa izin yang benar dan spesifik, kecuali terdapat kewajiban hukum atau terdapat hak profesional untuk mengungkapkannya.

Perilaku Profesional : Seorang akuntan profesional harus patuh pada hukum dan perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

Prinsip Etika Profesi Menurut IAI


Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi aturan etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggungjawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan.

Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung-jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya. Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi.

Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat 4 (empat) kebutuan dasar yang harus dipenuhi :

Kredibilitas.
Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.

Profesionalisme.
Diperlukan individu yang denga jelas dapat diindentifikasikan oleh pamakai jasa akuntan sebagai profesional dibidang akuntansi.

Kualitas Jasa.
Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan stndar kinerja yang tinggi.

Kepercayaan.
Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemebrian jasa oleh akuntan.

Prinsip Etika Profesi Akuntan :

Tanggung Jawab Profesi Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Kepentingan Publik Setiap anggota berkewajiban.untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan.menunjukkan komitmen atas profesionalisme.

Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.

Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. 

Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional Setiap anggota harus
melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai
kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.

Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Perilaku Profesional Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai
kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

ATURAN DAN INTERPRETASI ETIKA


Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk
menggantikannya.
Kepatuhan
Kepatuhan terhadap Kode Etik, seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka, tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. Di samping itu, kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini publik, dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh organisasi, apabila diperlukan, terhadap anggota yang tidak menaatinya. Jika perlu, anggota juga harus memperhatikan standar etik yang ditetapkan oleh badan pemerintahan yang mengatur bisnis klien atau menggunakan laporannya untuk mengevaluasi kepatuhan klien terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Sumber :

Abdullah, Syukry dan Abdul Halim. 2002. Pengintegrasian Etika dalam Pendidikan dan Riset Akuntansi . Kompak, STIE YO.
Auditing dan Pelayanan Verifikasi edisi ke-9 jilid 1 ( Arens, Elder, Beasley )
Sukrisno Agoes. 1996. Penegakkan Kode Etik Akuntan Indonesia. Makalah dalam Konvensi Nasional Akuntansi III. IAI.
Albantantie, 2013. Kode etik profesi ((http://albantantie.blogspot.com/2013/10/kode-etik-profesi-akuntansi.html)

Novi yuliawati, 2013. Kode etik profesi akuntansi (http://noviyuliyawati.wordpress.com/2013/11/13/kode-etik-profesi-akuntansi/)

Selsella, 2011. American institute of certified publik accountants AICPA (http://selsella.wordpress.com/2011/12/05/american-institute-of-certified-public-accountants-aicpa/)

Uwindz,  2010.  Etika profesi akuntan (https://uwindz.wordpress.com/2010/10/03/etika-profesi-akuntan/)


BY : Nur Amaliya Hasanah, 25211284 - 4 eb225. Universitas Gunadarma

Tugas 2 ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Cara-cara Profesi dan Masyarakat Mendorong Akuntan Publik Berperilaku Pada Tingkat Yang Tinggi (1.B Kewajiban Hukum) Profesi Akuntan Publik


Merupakan suatu hal yang sangat penting, khususnya bagi aktivitas berbisnis secara sehat di.Indonesia. Hasil penelitian, analisa serta pendapat dari Akuntan Publik terhadap suatu laporan keuangan sebuah perusahaan akan sangat menentukan dasar pertimbangan dan pengambilan keputusan bagi seluruh pihak ataupun publik yang menggunakannya. Misalnya; para investor dalam mempertimbangkan serta bahkan memutuskan kebijakan investasinya, para penasehat keuangan ataupun investasi dalam memberikan arahan pada para investor terhadap keadaan dan prospek dari perusahaan tersebut, para pemberi pinjaman (lenders) dalam mempertimbangkan serta memutuskan langkah pemberian ataupun penghentian pinjaman bagi perusahaan tersebut. Selama beberapa tahun terakhir ini, kasus pelanggaran auditing terjadi di Indonesia. Contohnya saja kasus Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs Dadi Muchidin melalui KMK Nomor: 1103/KM. 1/2009 tanggal 4 September 2009, dengan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena KAP tersebut telah dikenakan sanksi peringatan sebanyak 3 (tiga) kali dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan terakhir. Bahkan sampai saat ini, KAP Drs Dadi.Muchidin masih melakukan pelanggaran berikutnya, yaitu tidak menyampaikan laporan.tahunan KAP tahun takwin 2008. Untuk mencegah pelanggaran tersebut terulang kembali, maka seorang calon akuntan publik dan seorang akuntan publik harus mengetahui etika profesi dan kewajiban hukum auditor, serta standar profesional akuntan publik.


Aturan Etika Kompartemen Akuntan Sektor Publik

Aturan etika merupakan penjabaran lebih lanjut dari prinsip-prinsip etika dan ditetapkan untuk masing-masing kompartemen. Untuk akuntan sektor publik, aturan etika ditetapkan oleh IAI Kompartemen Akuntan Sektor Publik (IAI-KASP). Sampai saat ini, aturan etika ini masih dalam bentuk exposure draft, yang penyusunannya mengacu pada Standard of Professional Practice on Ethics yang diterbitkan oleh the International Federation of Accountants (IFAC).

Berdasarkan aturan etika ini, seorang profesional akuntan sektor publik harus memiliki karakteristik yang mencakup:
a. Penguasaan keahlian intelektual yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan.
b. Kesediaan melakukan tugas untuk masyarakat secara luas di tempat instansi kerja maupun untuk auditan.
c. Berpandangan obyektif.
d. Penyediaan layanan dengan standar pelaksanaan tugas dan kinerja yang tinggi. Penerapan aturan etika ini dilakukan untuk mendukung tercapainya tujuan profesi akuntan yaitu:
a. Bekerja dengan standar profesi yang tinggi,
b. Mencapai tingkat kinerja yang diharapkan
c. Mencapai tingkat kinerja yang memenuhi persyaratan kepentingan masyarakat. 

Oleh karena itu, menurut aturan etika IAI-KASP, ada tiga kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi, yaitu:
a. Kredibilitas akan informasi dan sistem informasi.
b. Kualitas layanan yang didasarkan pada standar kinerja yang tinggi.
c. Keyakinan pengguna layanan bahwa adanya kerangka etika profesional dan standar teknis yang mengatur persyaratan-persyaratan layanan yang tidak dapat dikompromikan.

KEWAJIBAN HUKUM AUDITOR


1. Tanggung Jawab Auditor Dalam hal terjadinya pelangaran yang dilakukan oleh seorang Akuntan Publik dalam memberikan jasanya, baik atas temuan-temuan bukti pelanggaran apapun yang bersifat

pelanggaran ringan hingga yang bersifat pelanggaran berat, berdasarkan PMK No. 17/PMK.01/2008 hanya dikenakan sanksi administratif, berupa:
sanksi peringatan, sanksi pembekuan ijin dan sanksi pencabutan ijin. Penghukuman dalam pemberian sanksi hingga pencabutan izin baru dilakukan dalam hal seorang Akuntan Publik tersebut telah melanggar ketentuan-ketentuan yang diatur dalam SPAP dan termasuk juga pelanggaran kode etik yang ditetapkan oleh IAPI, serta juga melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan yang berlaku yang berhubungan dengan bidang jasa yang diberikan, atau juga akibat dari pelanggaran yang terus dilakukan walaupun telah mendapatkan sanksi pembekuan izin sebelumya, ataupun tindakan-tindakan yang menentang langkah pemeriksaan sehubungan dengan adanya dugaan pelanggaran
profesionalisme akuntan publik. Akan tetapi, hukuman yang bersifat administratif tersebut walaupun diakui merupakan suatu hukuman yang cukup berat bagi eksistensi dan masa depan dari seorang Akuntan Publik , ternyata masih belum menjawab penyelesaian permasalahan ataupun resiko kerugian yang telah diderita oleh anggota masyarakat, sebagai akibat dari penggunaan hasil audit dari Akuntan Publik tersebut. Selama melakukan audit, auditor juga bertanggungjawab (Boynton,2003,h.68):
a. Mendeteksi kecurangan

1) Tanggung jawab untuk mendeteksi kecurangan ataupun kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja, diwujudkan dalam perencanaan dan pelaksanaan audit untuk mendapatkan keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material yang disebabkan oleh kesalahan ataupun kecurangan.
2) Tanggung jawab untuk melaporkan kecurangan jika terdapat bukti adanya kecurangan. Laporan ini dilaporkan oleh auditor kepada pihak manajemen, komite audit, dewan direksi

b. Tindakan pelanggaran hukum oleh klien
1) Tanggungjawab untuk mendeteksi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh klien. Auditor bertanggungjawab atas salah saji yang berasal dari tindakan melanggar hukum yang memiliki pengaruh langsung dan material pada penentuan jumlah laporan keuangan. Untuk itu auditor harus
merencanakan suatu audit untuk mendeteksi adanya tindakan melanggar hukum serta mengimplement asikan rencana tersebut dengan kemahiran yang
cermat dan seksama.
2) Tanggungjawab untuk melaporkan tindakan melanggar hukum. Apabila suatu tindakan melanggar hukum berpengaruh material terhadap laporan keuangan, auditor harus mendesak manajemen untuk melakukan revisi atas laporan keuangan tersebut. Apabila revisi atas laporan keuangan tersebut kurang tepat, auditor bertanggungjawab untuk menginformasikannya kepada para pengguna laporan
keuangan melalui suatu pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar bahwa laporan keuangan disajikan tidak sesuai dengan prinsip akuntansi berterima
umum. 

Lebih jauh Soedarjono dalam Sarsiti (2003) mengungkapkan bahwa auditor memiliki beberapa tanggung jawab yaitu:
a. Tanggung jawab terhadap opini yang diberikan. 
Tanggung jawab ini hanya sebatas opini yang diberikan, sedangkan laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen. Hal ini disebabkan
pengetahuan auditor terbatas pada apa yang diperolehnya melalui audit. Oleh karena itu penyajian yang wajar posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum, menyiratkan bagian terpadu tanggung jawab manajemen.
b. Tanggung jawab terhadap profesi.
Tanggung jawab ini mengenai mematuhi standar/ketentuan yang telah disepakati IAI, termasuk mematuhi prinsip akuntansi yang berlaku, standar auditing dan kode etik akuntan Indonesia.
c. Tanggung jawab terhadap klien.
Auditor berkewajiban melaksanakan pekerjaan dengan seksama dan menggunakan kemahiran profesionalnya, jika tidak dia akan dianggap lalai dan bisa dikenakan sanksi.
d. Tanggung jawab untuk mengungkapkan kecurangan. Bila ada kecurangan yang begitu besar tidak ditemukan, sehingga menyesatkan, akuntan publik harus bertanggung jawab.
e. Tanggung jawab terhadap pihak
ketiga Tanggung jawab ini seperti investor, pemberi kredit dan sebagainya. Contoh dari tanggung jawab ini adalah tanggung jawab atas kelalaiannya yang bisa menimbulkan kerugian yang cukup besar, seperti pendapat yang tidak didasari dengan dasar yang cukup.
f.Tanggung jawab terhadap pihak ketiga atas kecurangan yang tidak ditemukan. Dengan melihat lebih jauh penyebabnya, jika kecurangan karena prosedur auditnya tidak cukup, maka auditor harus bertanggung jawab.

2. Pemahaman Hukum dan Kewajiban auditor Banyak profesional akuntansi dan hukum percaya bahwa penyebab utama tuntutan hukum terhadap kantor akuntan publik adalah kurangnya pemahaman pemakai laporan keuangan tentang perbedaan antara kegagalan bisnis dan kegagalan audit, dan antara kegagalan audit serta risiko audit. Berikut ini defenisi mengenai kegagalan bisnis, kegagalan audit dan risiko audit menurut Loebbecke dan Arens (1999,h.787) :
a. Kegagalan bisnis Adalah kegagalan yang terjadi jika perusahaan tidak mampu membayar kembali utangnya atau tidak mampu memenuhi harapan para investornya, karena kondisi ekonomi atau bisnis, seperti resesi, keputusan manajemen yang buruk, atau persaingan yang tak terduga dalam industri itu.
b.      Kegagalan audit Adalah kegagalan yang terjadi jika auditor mengeluarkan pendapat audit yang salah karena gagal dalam memenuhi persyaratan-persyaratan standar auditing yang.berlaku umum.
c. Risiko Audit Adalah risiko
dimana auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan disajikan dengan wajar tanpa pengecualian,
sedangkan dalam kenyataannya laporan tersebut disajikan salah secara material. Bila di dalam melaksanakan audit,.akuntan publik telah gagal mematuhi standar profesinya, maka besar. kemungkinannya bahwa business failure juga dibarengi oleh audit failure. Dalam hal yang terakhir ini, akuntan publik harus bertanggung jawab. Sementara, dalam menjalankan tugasnya, akuntan publik tidak luput dari kesalahan. Kegagalan audit yang dilakukan dapat dikelompokkam menjadi ordinary negligence, gross negligence, dan fraud (Toruan,2001,h.28). Ordinary negligence merupakan kesalah yang dilakukan akuntan publik, ketika menjalankan tugas audit, dia tidak mengikuti pikiran sehat (reasonable care). Dengan kata lain setelah mematuhi standar yang berlaku ada kalanya auditor menghadapi situasi yang belum diatur standar. Dalam hal ini auditor harus menggunakan “common sense” dan mengambil keputusan yang sama seperti seorang (typical) akuntan publik bertindak. Sedangkan gross negligence merupakan kegagalan akuntan publik mematuhi standar profesional dan standar etika. Standar ini minimal yang harus dipenuhi. Bila akuntan publik gagal mematuhi standar minimal (gross negligence) dan pikiran sehat dalam situasi tertentu (ordinary negligence), yang dilakukan dengan sengaja demi motif.tertentu maka akuntan.publik dianggap telah melakukan fraud yang mengakibatkan akuntan publik dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana. Sebagian besar profesional akuntan setuju bahwa bila suatu audit gagal mengungkapkan kesalahan yang material dan oleh karenanya dikeluarkan jenis pendapat yang salah, maka kantor akuntan publik yang bersangkutan harus diminta mempertahankan kualitas auditnya. Jika auditor gagal menggunakan keahliannya dalam pelaksanaan auditnya, berarti terjadi kegagalan audit, dan kantor akuntan publik tersebut atau perusahaan asuransinya harus membayar kepada mereka yang menderita kerugian akibat kelalaian auditor tersebut. Kesulitan timbul bila terjadi kegagalan bisnis, tetapi bukan kegagalan audit. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan bangkrut, atau tidak dapat membayar hutangnya, maka umumnya pemakai laporan keuangan akan mengklaim bahwa telah terjadi kegagalan audit, khususnya bila laporan.audit paling akhir.menunjukkan bahwa laporan itu dinyatakan secara wajar. Lebih buruk jika terdapat kegagalan bisnis dan laporan keuangan yang kemudian diterbitkan salah saji, para pemakai akan mengklaim auditor telah lalai sekalipun telah melaksanakannya sesuai dengan standar auditing yang berlaku umum. 

Akuntan publik bertanggung jawab atas setiap aspek tugasnya, termasuk audit, pajak, konsultasi manajemen, dan pelayanan akuntansi, sehingga jika benar-benar terjadi kesalahan yang diakibatkan oleh pihak akuntan publik dapat diminta pertanggungjawabannya secara hukum. Beberapa faktor utama yang menimbulkan kewajiban hukum bagi profesi audit diantaranya adalah (Loebbecke dan
Arens,1999,h.786):
a. Meningkatnya kesadaran pemakai laporan keuangan akan tanggungjawab akuntan public
b. Meningkatnya perhatian pihak-pihak yang terkait dengan pasar modal sehubungan dengan tanggung jawab untuk melindungi kepentingan investor
c. Bertambahnya kompleksitas audit yang disebabkan adanya perubahan lingkungan yang begitu pesat diberbagai sektor bisnis, sistem informasi, dsb
d. Kesediaan kantor akuntan publik untuk menyelesaikan masalah hukum diluar pengadilan, untuk menghindari biaya yang tinggi. Pemahaman terhadap hukum tidaklah mudah mengingat pemahaman tersebut menuntut suatu kesadaran dari perilaku-perilaku yang terlibat di dalamnya dan juga adanya kemungkinan interpretasi yang berbeda-beda terhadap keberadaan suatu hukum.

Hal ini juga yang terjadi pada profesi akuntan publik di mana perilaku-perilaku yang terlibat terkadang kurang memahami secara benar apa yang telah menjadi kewajiban yang nantinya akan mempunyai konsekuensi terhadap hukum. Suatu pemahaman yang baik terhadap hukum akan membawa profesi akuntan publik minimal ke dalam praktek-praktek yang sehat, yang dapat meningkatkan performance dan kredibilitas publik yang lebih baik. Sebaliknya apabila akuntan publik kurang memahaminya pada iklim keterbukaan di era reformasi seperti sekarang ini maka akan dapat membawa perkembangan fenomena ke dalam konteks yang lebih luas pada publik yang sudah mulai berani melakukan tuntutan hukum terhadap berbagai profesi termasuk profesi akuntan publik.

3. Kewajiban Hukum Bagi Auditor
Auditor secara umum sama dengan profesi lainnya merupakan subjek hukum dan peraturan lainnya. Auditor akan terkena sanksi atas kelalaiannya, seperti kegagalan untuk mematuhi standar profesional di dalam kinerjanya. Profesi ini sangat rentan terhadap penuntutan perkara (lawsuits) atas kelalaiannya yang digambarkan sebagai sebuah krisis (Huakanala dan Shinneke,2003,h.69). Lebih lanjut Palmrose dalam Huanakala dan Shinneka menjelaskan bahwa litigasi terhadap kantor akuntan publik dapat merusak citra atau reputasi bagi kualitas dari jasa-jasa yang disediakan kantor akuntan publik tersebut.

Menurut Rachmad Saleh AS dan Saiful Anuar Syahdan (Media akuntansi, 2003) tanggung jawab profesi akuntan publik di Indonesia terhadap kepercayaan yang.diberikan publik seharusnya akuntan publik dapat memberikan kualitas jasa yang dapat dipertanggungjawabkan dengan mengedepankan kepentingan publik yaitu selalu bersifat obyektif dan independen dalam setiap melakukan analisa serta berkompeten dalam teknis pekerjaannya. Terlebih-lebih tanggung jawab yang dimaksud mengandung kewajiban hukum terhadap kliennya.

Kewajiban hukum auditor dalam pelaksanaan audit

Apabila adanya tuntutan ke pengadilan yang menyangkut laporan keuangan menurut Loebbecke dan Arens serta Boynton dan Kell yang telah diolah oleh Azizul Kholis, I Nengah Rata, Sri Sulistiyowati dan Endah Prepti Lestari (2001) adalah sebagai berikut:
a. Kewajiban kepada klien (Liabilities to Client) Kewajiban akuntan publik terhadap klien karena kegagalan untuk melaksanakan tugas audit sesuai waktu yang disepakati, pelaksanaan audit yang tidak memadai, gagal menemui kesalahan, dan pelanggaran kerahasiaan oleh akuntan public
b. Kewajiban kepada pihak ketiga menurut Common Law (Liabilities to Third party) Kewajiban akuntan publik kepada pihak ketiga jika terjadi kerugian pada pihak penggugat karena mengandalkan laporan keuangan yang menyesatkan
c. Kewajiban Perdata menurut hukum sekuritas federal (Liabilities under securities laws) Kewajiban hukum yang diatur menurut sekuritas federal dengan standar yang ketat.
d. Kewajiban kriminal (Crime Liabilities) Kewajiban hukum yang timbul sebagai akibat kemungkinan akuntan publik disalahkan karena tindakan kriminal menurut undang-undang.

Sedangkan kewajiban hukum yang mengatur akuntan publik di Indonesia secara eksplisit memang belum ada, akan tetapi secara implisit hal tersebut sudah ada seperti tertuang dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP), Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Peraturan- Peraturan mengenai Pasar Modal atau Bapepam, UU Perpajakan dan lain sebagainya yang berkenaan dengan kewajiban hukum akuntan (Rachmad Saleh AS dan Saiful Anuar Syahdan,2003). 
Keberadaan perangkat hukum yang mengatur akuntan publik di Indonesia sangat dibutuhkan oleh
masyarakat termasuk kalangan profesi untuk melengkapi aturan main yang sudah ada. Hal ini
dibutuhkan agar disatu sisi kalangan profesi dapat menjalankan tanggung jawab profesionalnya dengan tingkat kepatuhan yang tinggi, dan disisi lain masyarakat akan mempunyai landasan yang kuat bila sewaktu-waktu akan melakukan penuntutan tanggung jawab profesional terhadap akuntan publik.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa kewajiban hukum bagi seorang akuntan publik adalah bertanggung jawab atas setiap aspek tugasnya sehingga jika memang terjadi kesalahan yang diakibatkan oleh kelalaian pihak auditor, maka akuntan publik dapat dimintai pertanggung jawaban secara hukum sebagai bentuk kewajiban hukum auditor. Tanggapan Profesi Terhadap Kewajiban Hukum AICPA dan profesi mengurangi resiko terkena sanksi hukum dengan langkah-langkah berikut :
a. Riset dalam auditing
b. Penetapan standar dan aturan.
c. Menetapkan persyaratan untuk melindungi auditor
d. Menetapka persyaratan penelaahan sejawat .
e. Melawan tuntutan hukum
f. Pendidikan bagi pemakai laporan
g. Memberi sanksi kepada anggota karena hasil kerja yang tak pantas
h. Perundingan untuk perubahan hukum.

Tanggapan Akuntan Publik Terhadap Kewajiban Hukum Dalam meringankan kewajibannya auditor dapat melakukan langkah-langkah berikut :

a. Hanya berurusan dengan klien yang memiliki integritas
b. Mempekerjakan staf yang kompeten dan melatih serta mengawasi dengan pantas
c. Mengikuti standar profesi
d. Mempertahankan independensi
e. Memahami usaha klien
f. Melaksanakan audit yang bermutu
g. Mendokumentasika pekerjaan secara memadai
h. Mendapatkan surat penugasan dan surat pernyataan
i. Mempertahankan hubungan yang bersifat rahasia
j. Perlunya asuransi yang memadai
k. Mencari bantuan hukum.


Sumber :

Agoes, Sukrisno. 1996. Auditing . Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

ASyukry dan Abdul Halim. 2002. Pengintegrasian Etika dalam Pendidikan dan Riset Akuntansi .
Kompak, STIE YO.

Boynton, C William, Johnson N Raymond dan Kell G. Walter, 2003. Modern Auditing, buku satu, edisi ketujuh diterjemahkan oleh Paul A. Rajoe, dkk, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Harahap, Sofyan S, 2002. Corporate accountability, Media Akuntansi, No.29/November-
Desember/2002, Penerbit Intama Artha Indonusa, Jakarta

Hardjoeno, H. 2002. Filsafat Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pertimbangan untuk Keputusan dan
Tindakan. Lembaga penerbit Unhas, Makasar.

Keraf. A. Sonny. 1998. Etika Bisnis, Tuntutan dan Relevansinya. Penerbit Kanisius., Yogyakarta.

Sukrisno Agoes. 1996. Penegakkan Kode Etik Akuntan Indonesia. Makalah dalam Konvensi Nasional Akuntansi III. IAI.

Tessy Octoviana. 2001. “Pemahaman Kode Etik Akuntan”. Jakarta. Toruan, L Henry, 2001. Tanggungjawab akuntan publik, Media Akuntansi, No.18/Juni/2001, Penerbit Intama Artha Indonusa, Jakarta

Diana Kurnia, 02 Oktober 2011, Etika profesi akuntansi
( http://pittaku.blogspot.com/2012/05/etika-profesional-apakah-etika-itu.html?m=1)

Ismail, 20 maret 2014, Etika profesi dan Kewajiban Akuntan Auditor 
(http://ismail125cc.blogspot.com/2014/03/etika-profesi-dan-kewajiban-hukum.html?m=1)

Suci Dina Prilasari, 18 Oktober 2011, Makalah etika profesi akuntansi
( http://uchisujay.blogspot.com/2011/10/makalah-etika-profesi-akuntansi.html?m=1)

Wahyu agung nugroho, 28 November 2013, Kode etik akuntan publik dalam menghadapi era IFRS
( http://wahyuayunk.blogspot.com/2013/11/kode-etik-akuntan-publik-dalam_28.html?m=1)

Wiji Lestari, 17 Mei 2012, Etika profesional
(http://nelo-neloli.blogspot.com/2011/10/etika-profesi-akuntansi.html?m=1)


By : Nur Amaliya Hasanah, 25211284 - 4eb25 Universitas Gunadarma

Senin, 10 November 2014

PELANGGARAN ETIKA PROFESI AKUNTANSI OLEH AUDIT INTERNAL



1.A  SEJARAH ENRON
Enron dibentuk pada tahun 1985 oleh sebuah perusahaan “ Houston Natural Gas” dengan “InterNorth” (penyalur gas alam melalui pipa), sebuah Perusahaan lain dalam pemipaan minyak sebagai hasil merger yang diwajibkan oleh peraturan perundangan Pemerintah federal Amerika.  Pada tahun 1997 Enron membeli perusahaan pembangkit listrik “Portland General Electric Corp” senilai $ 2 milyar. Sebelum tahun 1997 berakhir, manajemen mengubah perusahaan tersebut menjadi “Enron Capital and Trade Resources” yang menjadi perusahaan Amerika terbesar yang memperjualbelikan gas alam serta listrik. Pendapatan meningkat drastis dari $ 2 milyar menjadi $ 7 milyar dengan karyawan yang juga tumbuh dari 200 orang menjadi 2.000 orang. Tidak cukup dengan prestasi tersebut, Enron membentuk pula “Enron Online” (EOL) pada bulan oktober 1999. EOL merupakan unit usaha Enron yang secara online memasarkan produk energi secara elektronik lewat website. Dalam sekejap, EOL berhasil melaksanakan transaksi senilai $ 335 milyar pada tahun 2000. Pada Januari 2000, Enron mengumumkan sebuah rencana besar yang amat ambisius untuk membangun jaringan elektronik broadbrand yang berkecepatan tinggi (high speed broadbrand) dengan kapasitas jaringan penjualan brandwidth untuk melakukan penjualan gas serta listrik.
             
            Runtuhnya Enron Akhir 1999, Enron meluncurkan EnronOnline yang dianggap akan mengubah wajah bisnis energi masa depan. Memanfaatkan Internet, divisi e-commerce itu membeli gas, air minum dan tenaga listrik dari produsen dan menjualnya kepada pelanggan atau distributor besar. Enron bahkan memperluas wilayah, membangun jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi serta bertekad menjual bandwidth jaringan itu seperti dia menjual gas dan listrik. Setelah itu mungkin dia akan jual-beli online untuk kertas daur ulang pabrik miliknya. Tak lama setelah dia memasuki bisnis jasa video-on-demand dimana menjual tayangan video kepada pelanggan via sambungan internet kecepatan tinggi, harga saham Enron mencapai puncaknya, US$ 90 per lembar, pada Agustus 2000. Meski kemudian merosot bersama jatuhnya saham-saham teknologi dan internet lain, nilai pasar Enron masih berkisar US$ 60 milyar. Pada Oktober 2001 Enron menjatuhkan bom di Wall Street dengan melaporkan kerugian ratusan juta dolar pada kwartal itu. Sangat mengejutkan karena Enron hampir selalu membawa berita gembira ke lantai bursa dengan melaporkan keuntungan selama empat tahun berturut-turut. Kabar buruk itu membanting harga saham Enron dari sekitar US$ 30 menjadi US$ 10 per lembar, hanya dalam hitungan hari. Securities Exchange Commission (SEC), badan pengawas pasar modal, membaui ada yang tidak beres dan mulai menggelar penyidikan. Dalam kondisi terdesak, Enron menjatuhkan bom lebih dahsyat lagi ke lantai bursa ketika pada 8 November 2001 mengakui bahwa keuntungannya selama ini adalah fiksi belaka. Enron merevisi laporan keuangan lima tahun terakhir dan membukukan kerugian US$ 586 juta serta tambahan catatan utang sebesar US$ 2,5 miliar. Kejatuhan Enron ternyata mengundang tanya dan rasa curiga yang besar bagi kalangan publik. Dalam proses pengusutan sebab-sebab kebangkrutannya, belakangan Enron dicurigai telah melakukan praktek window dressing. Manajemen Enron telah menggelembungkan (mark up) pendapatannya US$ 600 juta, dan menyembunyikan utangnya sejumlah US$ 1,2 milliar. Manipulasi ini telah berlangsung bertahun-tahun, sampai Sherron Watskin, salah satu eksekutif Enron yang tak tahan lagi terlibat dalam manipulasi itu, mulai “berteriak” melaporkan praktek tidak terpuji itu.

DAMPAK KERUNTUHAN ENRON
Keruntuhan perusahaan energi Enron cukup banyak berdampak bagi dunia bisnis internasional. Akibat kebangkrutan Enron pada tahun 2001 sedikitnya 4.000 karyawan kehilangan pekerjaan. Kolapsnya Enron juga mengguncang neraca keuangan para kreditornya yang telah mengucurkan milyaran dolar (JP Morgan Chase dan Citigroup adalah dua kreditor terbesarnya). Para karyawan Enron dan investor kecil-kecilan juga dirugikan karena simpanan hari tua mereka yang musnah. Sebagian besar dana pensiun dan tabungan 20.000 karyawan Enron terikat dalam saham yang kini tanpa nilai.
Arthur Andersen LLP (member di Amerika Serikat) yang dianggap ikut bersalah dalam kebangkrutan Enron juga terkena imbasnya. Member Arthur Andersen di beberapa negara seperti, Jepang dan Thailand, telah membuat kesepakatan merger dengan KPMG, Australia dan Selandia Baru dengan Ernst & Young, dan Spanyol dengan Deloitte Touche Tohmatsu. Di Amerika sendiri, aktivitas seluruh member Andersen dibekukan pemerintah. Akibatnya, menurut Asian Wall Street Journal klien-klien Andersen LLP beralih ke berbagai auditor. Antara lain Delotte and Touche (10 persen), KPMG (11 persen), PriceWaterhouseCooper (20 persen), dan Ernst & Young (28 persen). Dan yang berpindah ke auditor-auditor kecil lainnya atau mengaku belum tahu berpindah kemana sebanyak 40 persen. Masih banyak lagi hal-hal yang dipengaruhi oleh keruntuhan Enron, seperti munculnya trauma dalam bursa saham terhadap efek domino skandal Enron. Hal ini membuat para investor mengurangi aktivitasnya di bursa saham sehingga gairah bursa dunia menjadi lesu.

 KEAHLIAN DAN KECAKAPAN SEORANG AUDIT INTERNAL
            Sikap profesionalisme internal auditor diukur dari kode etik dan sikap objektif. Sikap objektif para internal auditor ditunjukan dengan melakukan penugasan staff yang dirotasikan secara periodic serta diadakannya pemeriksaan atas laporan audit sebelum audit tersebut dikeluarkan. Sedangkan keahlian yang berarti kemampuan dalam menerapkan pengetahuan pada persoalan yang umumnya dihadapi dan menyelesaikan persoalan tersebut tanpa perlu mempelajari kembali secara luass dan bantuan atau asestensi yang berarti dari pihak lain.
            Peranan audit internal adalah untuk membantu dan mendorong dalam meningkatkan peranan aktivitas yang menjadi tanggungjawabnya, terutama dalam fungsinya untuk melakukan penilaian terhadap para manajer. Hasil pengauditan internal dilaksanakan oleh para auditor internal, yang akan memberikan kesimpulan dan rekomendasi disampaikan kepada para manajer bersangkutan dengan menyediakan suatu landasan untuk tindakan perbaikan yang harus dilakukannya, yang berkaitan dengan pengendalian aktivitas organisasi perusahaan untuk menjamin pencapaian hasil yang diinginkan agar lebih efektif dan transparan. Sedangkan pengertian dari audit adalah pihak atau organisasi yang sangat berperan dalam sistem pengendalian perusahaan dimana auditor menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja perusahaan, serta keahlian seorang auditor untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan secara objektif dan independen sesuai dengan pengalaman seorang auditor tersebut.

KESIMPULAN
            Dari keterangan yang telah saya bahas diatas, saya dapat menyimpulan bawa, dari kasus Enron diatas dapat diketahui sudah jelas melanggar etika profesinya sebagai seorang akuntan , yang seharusnya menjadi pedoman dan dipatuhi dalam melaksanakan tugasnya sebagai auditor yang dipercayai untuk mengaudit dan memeriksa suatu laporan keuangan berdasarkan dengan fakta. Tetapi yang dilakukannya adalah ia memanipulasi laporan keuangan, ia memusnahkan seluruh materi audit dan bekerja sama dengan para petinggi enron yang tidak bertanggung jawab, sehingga menimbulkan kerugian yang luar biasa besar tidak hanya bagi perusahaan tapi juga untuk investor serta negara.
Enron dan KAP Arthur Andersen sudah melanggar kode etik yang seharusnya menjadi pedoman dalam melaksanakan tugasnya dan bukan untuk dilanggar. Yang menyebabkan kebangkrutan dan keterpurukan pada perusahaan Enron adalah Editor, Arthur Andersen (satu dari lima perusahaan akuntansi terbesar) yang merupakan kantor akuntan Enron. Keduanya telah bekerja sama dalam memanipulasi laporan keuangan sehingga merugikan berbagai pihak baik pihak eksternal seperti para pemegang saham dan pihak internal yang berasal dari dalam perusahaan enron. Enron telah melanggar etika dalam bisnis dengan tidak melakukan manipulasi-manipulasi guna menarik investor. Sedangkan Arthur Andersen yang bertindak sebagai auditor pun telah melanggar etika profesinya sebagai seorang akuntan. Arthur Andersen telah melakukan “kerjasama” dalam memanipulasi laporan keuangan enron. Hal ini jelas Arthur Andersen tidak bersikap independent sebagaimana yang seharusnya sebagai seorang akuntan.

By : NUR AMALIYA HASANAH_4EB25

Sumber ;
bobbywicaksono-akuntansi.blogspot.com/2014/01/profesionalisme-auditor-internal.html?m=1
nurulkalam.blogspot.com/2013/03/contoh-kasus-audit.html?m=1

Jumat, 05 September 2014

PANGERAN KECIL

Lucu kalo tiba tiba inget, dan buka buka berkas file file buku buku jaman sekolah dulu.
Yang dulu suka sama cowo, cuma berani ngeliatin dibalik meja, malu malu kalo di ledekin HAHAHAHA
Yaa .. Dulu waktu masih anak anak, jaman SD, gw pernah suka sama temen satu kelas. Dulu sih waktu masih anak anak dia ganteng banget (gantengnya relatif menurut gw yaa haha)
Tapi ya namanya anak kecil, cuma diem diem doang. Apalagi tuh cowo gak pernah akur sama gw, dia selalu aja ngeledekin gw, entah itu ngatain atau nyomblangin gw sama temennya.
Eh gak taunya malah gw yang suka setengah mampus sama tuh cowo (belum mati ya haha)
Rumah gw sama tuh cowo ganteng jaman gw SD dulu, juga deket sama rumah temen gw. Sampe gw saking keponya nyari rumah tuh cowo, cuman pengen tau dimana rumahnya hahaha.
Giliran udah ketemu rumahnya, ngelewatin gangnya gw malah kabur cepet cepet, takut ketahuan haha. (cerita alay atau cerita lucu jaman SD ya)

Pas lulus.SD, gw sekolah SMP gak jauh jauh dari rumah. Pas lagi ketemu tuh cowo jaman SD gw hahaha.
Gw dulu manggil tuh cowo dengan sebutan 'pangeran kecil' padahal tuh cowo gak pake baju ala ala pangeran sih, gak pake kuda juga. Gak nyambung juga sih julukan nya tapi ya karna gw ketemu tuh cowo masih kecil, dan belum pernah suka sama cowo gw sebutan aja pangeran kecil.
Nah! Kebetulan tuh cowo satu kelas sama temen rumah gw, tanpa pikir panjang langsung gw tanyain ke temen rumah gw hahaha.
Dulu jaman SMP, karna pengen banget ngeliat tuh cowo gw sampe rela ngeabsen perkelas cuma buat ngeliat tuh cowo hahaha. Kalo kata anak jaman sekarang sih modus yaaa
Pokoknya dengan cara apapun pasti gw usahain buat ngeliat tuh cowo hahaha.

Nah! Pernah tuh gw patah hati, gegara dia lagi ngobrol sama.cewe nah cewenya itu cewenya, pacar lah namanya.
Aduuuhhh nyeeessss bgt hatu gw sampe ke ulu hatinya hahaha.
Pas disekolah sih biasa biasa aja, pas sampe rumah, nangis dah gw sejadi jadinya didedepan kaca pula (nangis.biar tetep eksis)
Dulu gw sempet jadian sama tuh cowo jaman SMP, nah gw ditembak pas banget abis upacara 17 agustusan. Tadinya gw di jomblangin tuh sama temennya cowo itu, eh tau taunya gw yang ditikung kamfreeet hahaha.
Gw ditembah dideket mesjid sekolah, terus dia bilang,mau gak jadi pacar gw? Tanpa mikir banyak, langsung gw jawab iya hahahahahha. Gimana gak langsung gw jawab, gw suka sama dia dari masih pitik terua tiba tiba dia ngajakin pacaran lah mana bisa nolak gw hahahahah.

Tapi sayang, gw jadian cuma 3harian doang. Gw diputusin gak tau apaan sebabnya dah. Tapi dengan bahagia gw gak ngerasa sakit hati sama tuh cowo, anehnya lagi gw malah masih ngarepin tuh cowo sampe gw lulus SMP hahaha. Entah bloon atau emang cinta yaaa
Ada lagi nih cerita waktu pas gw ulangtahun ke 14 tahun, temen deket gw pada nanya gw mau kado apaan. Nah gw jawab aja , gw gak butuh kado gw cuma mau diucapin selamat ulangtahun sama cowo itu.
Pas dah pas pulang sekolah gw dicegat sama temen temen gw, di deket gerbang sekolah ada cowo itu sama temen gw mungguin gw. Daaaaaaaannn tuh cowo ngasih tangan nya ke gw, sambil ngucapin "selamat ulangtahun ya li" aduuuhh tau gak saat itu hati gw kayak apaan, kayak lagi ada ditaman kanak kanak rame banget, degdegan setengah metong hahaa.

Pas lulus SMP, gw dapat kabar kalo cowo itu pindah sekolah ke kampung halaman nya. Gw fikir gw gak akan pernah bisa ketemu tuh cowo lagi kan.
Eh beberapa bulan kemudian, ada yg sms gw minta maaf. Terus kita sering sms an deh, kebetulan banget gw lagi sakit cacar waktu itu.
Karna.sering sms an terus tiba tiba dia sms gw begini "kamu mau gak nemenin aku, jadi temen hidup aku"
Aduuuhh meleleh kayak lilin dah waktu itu gw, bayangin aja cowo yang selama ini gw arep arep kesapean juga balikan sama gw hahahaha.
Yaaa tapi syang saat itu posisinya gw sama dia LDR an, maklum lah dia kan ada dikebumen gw dibekasi. Tapi gak tau kenapa yaaa, gw gak pernah ngerasa curiga sedikitpun sama cowo itu, cemburu aja gak. Malah gw sering ngeledekin dia sama temen gw yang dulu suka sama dia,.sering ngeledekin tuh cowo juga sama mantannya jaman SMP.
Banyak banget orang temen temen gw yg pada bilang "lu gak takut li, dia disana ada.cewe lain?" gw mah diem aja kalo.ada yg ngomong begitu, bagi gw bahagia gw ya hidup gw.
Nah waktu gw jadian sama tuh cowo, gw sempet lostcontek selama 3 bulan. Dan 3 bulan pada saat bulan gw ulangtahun tuh cowo gak.ngucapin apapun sama gw.
Sampe pada.akhir bulan dia sms gw , terus.bilang "aku gak bisa jagain kamu, kamu cari cowo yang bisa jagain kamu ya"
Duuuuhh hancur bgt tuh perasaan gw dah.

Nah tuh cowo juga sempet ngerjain gw, dia bilang itu nomor temen nya padahal itu nomor dia.
Tapi pas.cowo itu balik ke bekasi, gw disamperin kerumah. Dia minta maaf sama gw, dia bilang dia sayang sama gw.
Aduuuuuhhh tapi ....
Tau gak apa.yang ngebuat gw udahan sama cowo yang gw.sebut pangeran kecil itu?
Cuma gara gara LAGU iya lagu, kalo di bilang nyesel gw nyesel bgt. Udah ngedapetin nya susah, gw mesti nunggu selama 7tahun dan gw udahan cuma karna sebuah lagu. Ngenes sih, ngenes banget malahan tapi mau gimana lagi.
Sebenarnya sih itu cuma salah paham aja, gw gak pernah secara langsung bilang putus, dia juga gak.pernah bilang putus. Tapi saat itu dia udah pacaran lagi sama oranglain.

Sekarang hubungan gw sama cowo ini baik baik banget, putus bukan berarti putus juga jadi temen atau sahabat. Malah sekarang kita lebih akrab dari dulu waktu jadian, dia masih baik dan mau nolong gw juga.
Yaaaa meski cuma sahabatan, gak semua kisah yang berawal dari cinta bisa jadi sahabatan. Tapi gw bersyukur, karna pernah dikasih kesempatan milikin dan suka sama cowo semacam dia 'pangeran kecil'.

Notes : ambil hikmahnya saja dari setiap cerita, jadikan pengalaman dan pembelajaranmu ya temen temen :)))
Salam sayang
Liaaaa

Jumat, 15 Agustus 2014

SIAPKAN ILMUNYA

"Apakah mempelahari tentang seluj beluk pernikahan, ilmu tentang khitbah, akad nikah, mempelajari ilmu merawat anak, dan beragam ilmu lain tentang rumah tangga juga termasuk ikhtiar untuk menjemput jodoh?"

Benar. Mimpikan untuk segera berumah tangga, lalu pelajari ilmunya. Pengin naik haji, mualai dulu pelahari ilmu manasik haji. Pengin unrah, pelajari ilmu umrah. Insya Allah suatu saat Tuhan akan memberangkatkan.
Kok bisa? Karena Tuhan mengabulkan doa orang yang sudah siap menerima pengabulan doa. Pengin penghasilan puluhan juta tapi sikap hidupnya masih remeh-remeh saja kayak orang yang nggak pantas digaji gede. Pantesin dulu, biar Tuhan menilai hamba-Ku sudah layak menerima pengabulan doa dari-Ku.

Kenapa sih untuk ngabulin doa Tuhan pakai nunggu kita panres segala? Bukankah Tuhan Maha Kuasa atas segala sesuatu? Bukankah Tuhan bisa saja mengabulkan permintaan semua hambaNya dalam sekejap? Lalu kenapa nunggu kita pantas?

Hal itu karna Allah sayang banget sama hambaNya. Dia tidak mau memanjakan hambaNya dengan beragam kemudahan, karena kemanhaan itu sering kali melemahkan, dan ujian hidup itu sering kali menguatkan.

Begitu pun tentang nikah. Baca buku buku pernikahan, ikuti kajian parenting, belajar fiqih nikah, bergaul, dan banyak belahar dari orang orang yang sudah nikah kalau ilmunya aja belum siap gimana mau dapat jodoh dan segera nikah . Semoga dengan serius mempelajari ilmunya, Tuhan pub berkenan melihat keseriusan kita dalam berdoa.

Kamis, 14 Agustus 2014

MENJUNGKIR BALIK LOGIKA NIKAH

"saya ingin nikah tapi setelah lulus kuliah, sudah bekerja, dan sudah hidup mapan. Apakah itu salah?"

Saat diajukan nasihat untuk menyegerakan nikah, banyak yang beralasan. Nunggu lulus kuliah, nunggu kerja, nunggu mapan, nunggu kaya, dan lain lain padahal lihatlah Rasul menasihatkan, siapa yang menikah dalam rangka mengapai ridha Allah, maka Allah yang akan turun tangan untuk meluluskan, mengayakan, memapankan, mencukupkan, mensukseskan.

Jadi mari kita balik logikanya. Bukan nunggu sukses dulu baru menikah, tapi menikahlah, insya Allah lebih cepat mengapai kesuksesan . Bukan kayak dulu baru menikah, tapi menikah dulu, insya Allah akan dimudahkan Allah mengapai kekayaan.

Nunda nikah karena karier? Nikah itu ngelancarin rezeki, bukan malah menghambatnya. Nunda karena ingin fokus belajar? Yeee.. Belajar itu wajin seumur hidup, mau nggak nikah seumur umur? Nunda nikah sampai mapan? Iya kalau mapan, kalau nggak mapan mapan? Sudahlah. Nikah itu mensukseskan, mengayakan, menenangkan, memapankan.

Kita pastu pernah mendengar kalimat seperti ini, "Jangan buru buru menikah di usia muda. Karena pasangan muda lebih sering bertengkar, pasangan muda lebih mementingkan egonya masing masing." untuk menjawab dalih tersebut, kita cukup membuktikan dengan banyaknya pasangan muda yang hidupnya sanggat bahagia dan akhirnya langgeng sampai mereka tua. Hal tersebut mengungkapkan pada kita bahwa kedewasaan emosional tidak disebabkan oleh kalkulasi usia. Skala kematangan dan kedewasaan seseorang tak ditentujan oleh usia. Kalau kita renungkan, bukankah kebanyakan pasangan yang memutuskan untuk menikah muda telah siap dari sisi pemikiran, sikap, dan kematangan tanggung jawab akan masa depan?

Ada pula yng mengungatkan kepada anak muda yang memutuskan masa lajangnya di usia muda dengan kalimat begini, "Jangan nikah dulu, kuliah saja dulu diselesaikan , lalu menitu karier dulu yang baik. Baru mikir nikah." Ya, banyaj orang, terutama orangtua yang ridaj menguzinkan anak-anaknya menikah karena karena pertimbangan pendidikan dan karier. Karena jika kita lihat fajta di lapangan ternyata hingga kini masih ada saja perusahaan yang mencantumkan syarat "belum menikah" atau syarat "bersedia tidak menikah dan tidak hamil hingga periode tertentu setelah diterima sebagai pegawai." Hal inilah yang pada akhirnya jadi salah satu penyebab banyak pasangan enggan menikah muda.

Sebagaimana diungkap dalam GENIUSBEAUTY bahwa psikolog cenderung berpendapat pernikahan yang terlambat akan berpengaruh buruk pada kesehatan pasangan dan anak anak mereka kelak.

Sementara ity, vemale.com pernah memberitajan tentang sebuah penelitian yang dilakukan okeh penelitian dari PennState Unuversity, Amerika Serikat. Para penelitian menemujan bahwa pasangan yang menikah muda (usia 18-25 tahun) memiliki perkembangan psikologis yang lebih baik dibandingkan pasangan yang terlambat menikah.

Penelitian tersebut dilakukan pada 8.00 keluarga dan menemukan hadil bahwa pernikahan usia muda membantu mereka meningkatkan hubungan orangtua anak menjadi lebih baik. Anak anak yg memiliki orangtua menikah muda memiliki kecerdasan yang lebih tinggi. Selain itu anak anak akan di didik dengan norma dan perilaku yg lebih baik, serta lebih terlindungi dari depresi.

Bagi pasangan yg menikah muda, mereka akan lebih awal mengenai kemandirian, tanggung jawab, dan bagaimana saling membantu untuk membangun sebuah keluarga. Hasil penelitian juga mencatat bahwa pasangan muda memiliki kondisi kesehatan yg lebih baik di bandingkan rekan mereka yg terlambat menikah. Selain, itu mereka lebih bisa mengontrol stress dan memiliki emosi yg lebih baik.

Sabtu, 28 Juni 2014

STRATEGY TOEFL READING COMPREHENSION


This section is the last section in the TOEFL test. The most lengthy and time-consuming most. In this section, participants must test 50 items was working within 55 minutes. So that the average time required to work on a problem is one minute. It's certainly longer if we compare it with the average time to work on the structure of the questions less than 45 seconds.
In this section, there are 5 reading (passage), with a number of questions (between 7-13 questions) underneath. The questions asked of the information contained in the text, either explicit information (explicit) or implicit (implied). Thus, this section marupakan actually the easiest part because all the answers are found in the literature SURE. The important thing is where the answers we seek it. If we are people who read the hobby, there is a tendency to get a better score. In fact, this section can be used as 'mine value' to cover the shortfall in the Listening and Structure Section.
To do this part well, then we must have the ability to read a good technique. Two techniques that must be mastered reading is skimming and scanning.
Skimming is reading a text quickly to get a basic idea, main idea, or content of literature in general. In this skill we are not looking for specific information, reading only the main idea that we are looking for. So no need to read the entire piece of writing.
Scanning is fast memaca FIND a text for specific information. So we have the first question and find answers in a way to be scanned. In scanning, information that is not relevant to what we were looking neglected. Thus, in a scanning, we should have to the words that we wish to find in the literature. In general, scanning skills is what we use in working on Reading Comprehension questions.
In the Reading Comprehension section, participants tend to read the text first and then try to answer the question. It's not recommended. START OF QUESTIONS AND ANSWERS SCAN IN READING. So, read the text first became ineffective in the context of scanning strategies. If we read the text first and answer questions later, then we will go back again to the reading to answer this question INEFFECTIVE!
There are 4 types of questions in Reading Comprehension Section:
·         MAIN IDEA question: the question asks yan central idea, main idea, theme, or title reading (reading TOEFL is not accompanied by the title!). The number is only ONE question and generally placed as the first question in the text.
·         DETAIL question: the question asking for specific information in the text. The answer to this type of reading material contained within EXPRESS (EXPRESS). The number of questions in each of the most widely read.
·         Implied question: is a question similar to the question detail, by way of answering that is also equal to answer detailed questions. However, the answer to the question is found in the literature implicitly (IMPLIED). This question is not as much as the amount of Detail question.
·         Vocabulary question: is a synonym ask questions or seek equivalent word whose meaning is closest to the word in question. Answering this question must be guessed BASED context of the sentence. Avoid guessing just by relying on our knowledge without checking it in the sentence reading. Always read the sentence in which a word is asked as a whole, then guess based on the context of the sentence. There is no other way to answer this type of question except by guessing based on context.
Here is a detailed strategy to answer any type of questions on Reading Comprehension Section:
Ø  Editorial sentence question Main Idea of which is: What is the topic of the passage? / What is the subject of the passage? / What is the main idea of the passage? / What is the author's main point in the passage? / With what topic is the primary author concerned? / Which of the following would be the best title of the passage?
Ø  If you want to answer this question without a pass, read the first sentence in each paragraph.
Ø  Think about the theme of readings that can be inferred from the first sentences in each paragraph.
Ø  Elimination choice answer: too general, too specific, or not at all related to the topic of reading.
Ø  The answer to the question must be fitted main idea to explain the contents of the reading, should not be (too general in scope / wide) or less (scope is too narrow).
EXAMPLE :
The next artist in this survey of American artist is James Whistler; he is included in this survey of American artist because he was born in the United States, although the majority of his artwork was completed in Europe. Whistler was born in Massachusetts in 1834, but nine years later his father moved the family to St. Petersburg, Russia, to work on the construction of a railroad. The family returned to the United States in 1849. Two years later Whistler entered the U.S. military academy at West Point, but he was unable to graduate. At the age of twenty-one Whistler went to Europe to study art despite familial objections, and he remained in Europe until his death.

Whistler worked in various art forms, including etchings and lithographs. However, he is most famous for his paintings, particularly Arrangement in Gray and Black No. 1: Portrait of the Artist’s Mother or Whistler’s Mother, as it is more commonly known. This painting shows a side view of Whistler’s mother, dressed I black and posing against a gray wall. The asymmetrical nature of the portrait, with his mother seated off-center, is highly characteristic of Whistler’s work.

1. The paragraph preceding this passage most likely discusses
A. A survey of eighteenth-century art
B. a different American artist
C. Whistler’s other famous paintings
D. European artists

2. Which of the following best describes the information in the passage?
A. Several artists are presented
B. One artist’s life and works are described
C. Various paintings are contrasted
D. Whistler’s family life is outlined.

3. Whistler is considered an American artist because
A. he was born in America
B. he spent most of his life in Americat
C. he served in the U.S. military
D. he created most of his famous art in America

4. The world “majority” in line 2 is closest in meaning to
A. seniority
B. maturity
C. large pices
D. high percentage

5. It is implied in the passage that Whistler’s family was
A. unable to find any work at all in Rusia
B. highly supportive of his desire to pursue art
C. working class
D. military

6. The word “objections” in line 7 is closest in meaning to
A. protests
B. goals
C. agreements
D. battles

7. In line 8, the “etchings” are
A. a type of painting
B. the same as a lithograph
C. an art form introduced by Whistler
D. an art form involving engraving

8. The word “asymmetrical” in line 11 is closest in meaning to
A. proportionate
B. uneven
C. balanced
D. lyrical

9. Which of the following is NOT true according to the passsage?
A. Whistler work with a variety of art forms.
B. Whistler’s Mother is not the official name of his painting.
C. Whistler is best known for his etchings.
D. Whistler’s Mother is painted in somber tones.

10. where in the passage does the author mention the types of artwork that Whistler was involved in?
A. Lines 1-3
B. Lines 4-5
C. Lines 6-7
D. Lines 8-10
Sumber: http://englishahkam.blogspot.com/2012/11/contoh-toefl-reading-2-pbt.html
http://popi-irawan.blogspot.com/p/section-ii.html

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More