Sabtu, 16 Juni 2012

Ku Pinang Kau Dengan Bismillah

Namaku Alia putri umurku saat ini sudah 23 tahun, kata orang umurku sudah tak muda lagi apalagi aku seorang wanita, yang seharusnya sudah memiliki seorang suami. Kehidupan cintaku memang tak semulus kehidupan yang lainnya, diusia ku yang sudah tak muda lagi aku juga ingin dipinang oleh seorang lelaki tampan yang mapan. Namun apa ku sangka sampai saat ini aku belum menemukannya. Berbagi cara pun telah dilakukan oleh keluarga dari yang biasa sampai yang luar biasa, bahkan aku sempat ingin dijodohkan seperti jaman siti nurbaya dulu aduhhh ini kan udahh modern.

Keluarga ku pun sempat mendaftarkan aku dibiro jodoh namun aku menolaknya. Maklumlah aku dan keluargaku tinggal didesa yang masih banyak menganut adat dan istiadat yang sanggat kental, biasanya didesaku gadis seusia ku sudah mempunyai suami bahkan mempunyai anak, didesaku gadis sepertiku memang rata-rata menikah muda, sekitar umur 18 sampai 20. Karna didesaku menentang pergaulan bebas, dari pada mereka pacaran dan melakukan perbuatan yang tidak baik, lebih baik dinikahkan saja, begitu menurut sesepuh dikampung kami. Sedikit saja bercerita tentang desaku.

Siapa bilang aku tidak pernah berpacaran, aku pernah menjalin hubungan dengan teman sekantorku, kami pacaran cukup lama sekitar 2tahun, tapi hubungan kami kandas begitu saja, ketika laki-laki itu harus berpindah tempat kerja denganku. Sebelum pergi merantau ke Jakarta lelaki itu sempat menitipkan sepucuk surat untukku, sampai akhirnya kami dipisahkan oleh jarak dan waktu.

Dear bintangku . . .
Pertemuan kita mungkin singkat
Kisah yang kita rajut pun tak lama
Kini aku harus berkelana meninggalkanmu
Berat hati untuk melepas kenangan indah kita
Namun inilah hidup
Jalan yang harus kita lalui
Aku pergi untuk mencari sesuap nasi
Aku pergi untuk menggapai masa depanku
Jangan katakan aku jahat
Karna yang ku lakukan untuk kebaikanmu
Jika aku telah menjadi emas nanti
Akan ku jadikan dirimu ratu didalam hatiku
Kan ku tempatkan dirimu ditempat yang paling indah dikerajaanku
Tunggu aku ketika aku telah membawa emas untukmu
Dan kau akan ku pinang

Puisi pendek darinya membuat hatiku meneteskan airmata, memang tak sebagus puisi karya kahlil Gibran namun aku sanggat menghargai usahanya untuk membuat puisi.
Itulah mengapa sampai saat ini aku belum memiliki seorang kekasih.
Aku masih menunggu janjinya padaku, sepucuk surat yang ditulisnya menjadikan aku untuk tetap bertahan menunggunya.

Suatu ketika ada seorang laki-laki datang kerumahku, ingin bertemu denganku dan keluargaku, dengan spontan aku bangun dari tempat tidurku sambil berlari kecil menuju ruang tamu.
Ternyata dia tamu ayah, lelaki itu adalah anak teman ayah saat bekerja didinas dulu, namanya pak darmo, ayah dan pak darmo memang teman dekat sudah lama malah saat mereka masih duduk dibangku sekolah dasar, waktu mereka masih muda dulu mereka sempat berniat untuk menjodohkan anak lelaki pak darmo dengan aku, namun saat itu ayah tidak menanggapinya, ayah takut aku akan marah ketika tau akan dijodohkan apalagi dengan seorang laki-laki yang belum pernah aku kenal sebelumnya. Maka dari itu ayah belum pernah memberitahu aku sebelumnya.

Saat itu aku hanya bertemu dengan pak darmo, dia sempat melihatku dengan sepintas karna aku langsung kembali menuju dapur.
Sempat aku mendengar seorang laki-laki yang disebut oleh pak darmo “faris” dengan spontan aku kaget dan hampir menabrak dingidng dapur. “sepertinya aku mengenal nama itu,faris??” dalam hatiku berkata dengan perasaan binggung.

Ayah dan pak darmo tidak terlalu lama berbincang-bincang karna haripun sudah gelap, pak darmo pun berpamitan pulang kepada ayah, ibu dan aku.
Saat malam hari, aku masih memikirkan sebuah nama yang disebut oleh pak darmo nama itu sepertinya tak asing ditelingaku,” itu seperti seseorang yang pernah mengirimkan aku sebuah surat beberapa tahun yang lalu”batinku berkata.
Tapi semakin lama aku berfikir semakin membuatku binggung akan nama itu.

Pagi hari sebelum aku berangkat kekantor ayah dan ibu ingin berbicara padaku, “sepertinya akan ada rapat hari ini,ada apa yah”Tanya hatiku.
Aku segera bergegas menuju ruang tengah untuk mendengarkan yang ingin dibicarakan ayah dan ibu. Selang beberapa menit kemudian ayah berbicara, aku mendengarkan dengan baik apa yang ayah bicarakan, ternyata tentang sebuah “PERJODOHAN, oh tidak” teriakku dalam hati.
Benarkan apa yang ku duga kedatangan pak darmo teman ayah ternyata ingin menjodohkan aku dengan anak lelakinya.
Ketika perbincangan selesai ayah berkata padaku “semua tergantung padamu endo, ayah tidak melarangmu jika kamu sudah mempunyai pilihan dan menurutmu dia yang terbaik dan bisa memberikan kebahagiaan untukmu, ibu dan ayah hanya bisa merestui saja, asal kamu tidak menyesal atas pilihanmu itu” ucap ayah singkat padaku.
Aku hanya bisa berkata “akan ku pikirkan rencana ayah dan ibu ini, semoga aku bisa menemukan yang terbaik untuk hidupku kelak” ucapku singkat.
Rencana perjodohan itu membuat kepalaku mendadak pusing, seperti sedang diatas awan, ingin menolaknya namun aku tak punya seorang kekasih yang akan ku kenalkan pada ayah dan ibu, tapi kalau aku mengiyakan, aku belum mengenal siapa lelaki itu.
Rencana itu membuat hari ini seakan hancur, rencanaku yang ingin ketoko buku untuk membeli sebuah novel batal, karna pikiranku yang terbelah.

3hari berlalu aku juga belum menemukan jawaban dari rencana ayah dan ibu, namun setelah ku fikirkan cepat atau lambat aku pasti akan dipinang oleh seorang lelaki, entah siapa orangnya.
Setelah makan malam aku berbicara dengan ayah dan ibu diruang tengah, ayah mungkin sudah tau apa yang akan ku katakan.
Aku berusaha menenangkan diri untuk berbicara secara dewasa pada ayah dan ibu, “ayah,ibu sebenarnya aku tidak ingin menolak permintaan kalian padaku,namun ku fikir apa tidak sebaiknya saat ini aku bekerja dulu sampai bisa membahagiakan kalian?” ucapku sambil menatap ayah dan ibu.
Ayah dan ibu Cuma bisa menghela nafas pendek ketika aku berbicara seperti itu padanya.

“kamu sudah besar endo, sudah bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk hidup kamu, jika memang itu yang kamu inginkan silahkan, ayah tak akan melarang, namun jangan terlalu lama juga kamu menyendiri takut banyak fitnah yang datang nantinya” ujar ayahku singkat sambil menatapku.
Ucapan ayah sanggat singkat namun membuat aku berfikir tentang hidupku sendiri.

Satu tahun berlau berjalan dengan begitu cepat, begitu pula dengan hidupku.
Memasuki roda baru dalam hidup baru, seorang lelaki tampan yang ku tunggu selama bertahun-tahun datang kerumahku, ia tak sendiri ia ditemani oleh kedua orangtuanya, perasaanku saat itu seperti ombak yang tidak menentu seperti apa.
Aku menyiapkan 3teh manis untuk lelaki tampan itu dan orangtuanya, ayah ibu menyuruhku untuk duduk disamping mereka.
Perbincangan pun dimulai “apa??dilamar??yaampun..” gemuruk hatiku. Mukaku dengan sekejap memerah seperti api, dengan perasaan bahagia aku mengiyakan lamaran tersebut.

Lelaki yang ku tunggu dan yang melamarku itu ternyata adalah anak pak darmo, anak yang ingin dijodohkan denganku beberapa bulan yang lalu namun sempat ku tolak.
Lelaki itu bernama faris lelaki yang dulu pernah menjadi persinggahanku.
Oh my god dengan terkejut dan sekejap aku mengetahui semua rahasia indahmu.

Sebelum pulang lelaki itu menemuiku sambil berkata “ma’af aku baru datang menemuimu saat ini, aku mencari sesuap nasi untuk kehidupanku nanti yang akan ku bangun bersamamu, ma’af juga telah membuatmu menunggu selama ini, aku percaya kamu pasti akan menungguku karna suratku yang beberapa tahun lalu ku kirim untukmu, inilah janjiku padamu yang akan menjadi emas ketika aku telah berhasil nanti dan kamu akan kujadikan ratu dalam kerajaanku, atas izin ALLAH dan atas restu ayah ibuku ayah ibumu, kau akan kupinang dengan bismilah” ucapnya sambil menatapku penuh kebahagiaan.
Aku hanya mampu tersenyum manis kepadanya sambil berkata “terimakasih”

Pengarang/sumber : Nur Amaliya Hasanah

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More